Freediving di Coron, Palawan (Filipina)

Maret 2018. Bisa dibilang perjalanan ke Coron kali itu tanpa banyak persiapan panjang-lebar dan kesepakatan bertele-tele dari kami berempat. Bersama dengan tiga orang teman saya (Nikita, Victor dan Guna), kami melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Manila dengan Air Asia (mumpung promo). Esok paginya, kami melanjutkan penerbangan menuju ke Busuanga Coron dengan Cebu Pacific.

Flight to Phillipine

Flight to Phillipine

Welcome to Coron! Kebetulan bagi kami berempat, ini merupakan pengalaman pertama menapakan kaki di Filipina. Setibanya di bandara Busuanga kami disambut oleh tim penjemputan yang mengantarkan para turis ke lokasi penginapan masing-masing. Sea view! Disinilah kami tinggal selama dua malam. Lokasinya cukup strategis, kamarnya bersih dan tentunya harganya sangat terjangkau (sekitar 270k IDR/pax/2 nights).

View from Sea View

View from Sea View (Traveloka)

Di hari pertama, kami melakukan dive secara estafet di berbagai spot, mulai dari CYC Island hingga Siete Picados.

Perairan Coron

Perairan Coron (Photo by Victor)

CYC Island, lokasi check dive sekaligus untuk pertama kalinya kami menceburkan semua peralatan dive di perairan Filipina. Beberapa scuba diver pun tampak kelihatan di area ini ketika kami freedive kala itu.

CYC Island

CYC Island

Coron Underwater

Coron Underwater (Snapshot by Victor)

Banol Beach, kami bersandar ke area ini untuk istirahat sejenak dan makan siang. Pantai ini punya pasir putih yang bagus serta berlatarkan bebatuan yang menjulang tinggi ke atas.

Banul Beach

Banul Beach (Photo by Guna)

Twin Lagoon, karena posisinya yang berada diantara lagoon, tentunya airnya tenang sekali dan ternyata cukup hangat suhunya.

Twin Lagoon

Twin Lagoon (Photo by Guna)

Underwater Twin Lagoon

Underwater Twin Lagoon (Snapshot by Victor)

Kayangan Lake, diluar dugaan kami yang selalu ingin dive bebas di air, menjadi sebuah keharusan untuk mengenakan life vest bila ingin terjun ke danau tersebut. Yah apa boleh buat, rules is rules dan kita harus ikut yang sudah jadi standardnya. Safety banget yah kalian sebagai freediver 😀

Kayangan Lake

Kayangan Lake

Skeleton Wreck, pada saat itu bisa dibilang visibilitynya cukup baik sehingga rangka kapal dapat terlihat dengan cukup jelas. Kebanyakan turis disana melakukan snorkling persis di atas wreck. Yang kurang adalah, terbatasnya waktu kami untuk eksplor spot tersebut. Yah maklum, karena kami ikut rombongan hoping island. Disini kami bertemu dengan Anna, seorang freediver bule berasalkan dari Jerman.

Meet Freediver Fellas

Meet Freediver Fellas (Edited by Victor)

Skeleton Wreck

Skeleton Wreck (Snapshot by Victor)

Siete Pecados, spot terakhir sebelum kembali ke dermaga. Cukup banyak terumbu karang disini, namun banyak yang tampak seperti kurang sehat dan kebetulan hari sudah mulai gelap pada saat itu.

Siete Pecados

Siete Pecados (Snapshot by Victor)

Belajar dari Kayangan Lake dengan vestnya, kami mencari informasi bagaimana dengan aturan di Baracuda Lake? Dan ternyata memang wisatawan tidak diperkenakan melakukan kegiatan freediving bila tidak melalui freedive agent. Malam harinya, kami singgah ke Freediving Coron untuk silaturahmi sekaligus mengutarakan rencana kami untuk fun dive di Baracuda Lake esok harinya.

Freediving Corron with MJ Paula

Freediving Corron with MJ Paula

Sekitar dua jam, waktu yang dapat kami lakukan untuk eksplorasi salah satu danau terunik di dunia ini. Puas? Tentu saja belum karena singkatnya waktu yang kami miliki! Jika masih ada kesempatan kami pasti akan kembali freedive di danau ini, karena memiliki landscape terbaik serta keunikan perubahan suhu air dari normal menjadi panas.

Barracuda Lake

Barracuda Lake (Photo by Guna)

Barracuda Lake

Barracuda Lake (Photo by Victor)

Di hari ketiga, kami bangun lebih awal karena melakukan pendakian singkat ke Mt. Tapyas. Untuk dapat menyaksikan sunrise serta menikmati view coron dari atas, kami harus menaiki tidak kurang dari 700 anak tangga. Seru, anggap saja olahraga pagi dan gak akan menyesal ketika sudah tiba di puncaknya.

Mt. Tapyas

Mt. Tapyas (Photo by Guna)

Mt. Tapyas

Mt. Tapyas (Photo by Guna)

Sore harinya, kami checkout dari penginapan, lalu menuju dermaga untuk menuju ke satu-satunya house boat yang berada di Coron, yakni Paolyn Houseboat. Surprisingly! Lokasi dan viewnya oke punya. Beruntung masih ada satu room yang bisa menampung kami semua ketika kami pesan dari AirBNB. Di spot ini kami bisa melakukan banyak hal, seperti freedive, kayak hingga leyeh-leyeh di atas kapal menikmati bintang jatuh di malam harinya. 😛

Hidden Lagoon

Hidden Lagoon (Photo by Guna)

Paolyn Houseboat

Paolyn Houseboat (Photo by Guna)

Explore Lagoon

Explore Lagoon (Photo by Guna)

Kayaking

Kayaking (Photo by Guna)

Overall, trip singkat kami ini sangat berkesan dan bisa dibilang buka jalur informasi untuk freedive di Coron. Bisa jadi bekal bagi kami untuk melakukan better plan tahun depan.  Yuk join!

Berikut video singkat perjalanin ini yang sempat kami dokumentasikan bersama-sama 🙂

David Setyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *