Jelajah Alam dan Sensasi Freedive di Baturaden, Purwokerto

Lebaran sudah berakhir. Saatnya liburan! Tepat di akhir Juni lalu, saya bersama dengan teman-teman dari ApneaFreefolks kembali mengadakan perjalanan singkat selama tiga hari dua malam.

#AFFTrip Purwokerto

#AFFTrip Purwokerto

Berangkat Jumat malam, pulang minggu sore via kereta ekonomi. Jakarta-Purwokerto, sekitar lima jam waktu tempuhnya. Jadi cukup banget untuk istirahat tidur di atas kotak besi ekspres itu (Bogowonto).

AFFTrip Purwokerto

AFFTrip Purwokerto

Kebetulan saat itu, kami terbagi menjadi dua rombongan. Beberapa dari kami memilih untuk naik kereta eksekutif dengan dalih biar tripnya maksimum.

Tiba di Stasiun Purwokerto

Tiba di Stasiun Purwokerto (Photo by Guna)

Sadar Kamera!

Sadar Kamera! (Photo by Guna)

Setelah semua berkumpul, dipandu oleh guide andalan kami (adit) langsung bergegas menuju lokasi penyewaan motor. Semuanya ada enam dan bertransmisi matic. Tancap gas langsung menuju ke arah penginapan di Batu Raden, kurang lebih tiga puluh menit lamanya.

Lokasi Penginapan : Lokasi Penginapan:Villa Curug Bayan

Lokasi Penginapan : Lokasi Penginapan:Villa Curug Bayan

Saat itu dini hari, dan udaranya dingin banget. Kesalahan utama adalah ketika tidak membawa jaket, apalagi dalam kondisi naik motor (Penting banget ini!). Sesampainya di penginapan Villa Curug Bayan, langsung auto-mode memilih kamar masing-masing. Saya bersama Victor dan Guna, mengambil kamar di atas, biar dapat view terbaik.

View dari Penginapan

View dari Penginapan (Photo by Victor)

Destinasi pertama, Hutan Pinus Limpakuwus! Disana, ibaratnya check dive bagi saya, hirup udara segar, memanjakan mata dengan hamparan pepohonan hijau, dan menerbangkan drone.

Hutan Pinus

Hutan Pinus

Top View

Top View

Tak terlalu lama menikmati suasana destinasi pertama, kami pindah ke Telaga Sunyi. Ternyata tidak sesunyi namanya (hehe). Tapi, pada saat itu tidak terlalu ramai banget sih karena mungkin masih pagi dan bukan musim libur, jadi masih oke kok untuk foto-foto.

Short Pants Adem!

Short Pants Adem! (Photo by Victor)

Lara Croft in Action

Lara Croft in Action (Photo by Victor)

Ini dia, sensasi menyelam di air pegunungan. 17 derajat celcius. Bagi saya sih dingin banget yah, untungnya saya mengenakan atasan wet suit, jadi agak bisa melindungi badan saya yang kurus ini.

Di Telaga pas agak Sunyi

Di Telaga pas agak Sunyi (Photo by Guna)

Di lokasi ini lah, kami bertemu dan berkenalan dengan beberapa freediver setempat. Hebat sih biasa dive di air dingin gini. MDR aktif terus kali ya. Lalu kami lanjut ke Sendang Bidadari. Instagramable spot sih. Jadi tempat ini merupakan goa dengan latar gerojokan (air terjun).

Sendang Bidadari

Sendang Bidadari (Photo by Victor)

Tidak jauh dari sana ada juga spot cliff jumping Kedung Pete. Beberapa dari kami mencoba untuk lompat karena penasaran.

Cliff Jump Tipis-Tipis

Cliff Jump Tipis-Tipis (Screenshot from Victor)

Nah lokasi selanjutnya agak effort dan harus extra hati-hati karena aksesnya gak seperti sebelumnya. Harus jeli lihat ke bawah karena di sisi sebelah cukup curam. Private banget lokasinya, ini lah Curug Moprok.

Curug Moprok

Curug Moprok (Photo by Guna)

Katanya tingginya sekitar 80 meter. Sayangnya airnya sedang tidak deras karena sedang musim kemarau. Tapi ada positifnya, saat dive di sana jadi tenang banget dan visibility masih oke untuk saling menjaga.

Curug Moprok

Private Curug Moprok (Photo by Guna)

Underwater Curug Moprok

Underwater Curug Moprok (Photo by Victor)

Sore ke malam, kami bersantai di Mr. Stone Cafe (punya adit dan istri). Makan, mandi, leyeh-leyeh sejenak.

Santai di Mr. Stone

Santai di Mr. Stone (Photo by Guna)

Sebelum semakin petang kami kembali ke penginapan dahulu untuk menaruh barang yang tidak perlu, karna kita akan mendaki ke Tranggulasih. Dari sinilah warna warni malam kota Purwokerto bisa terlihat. Uniknya, banyak yang buat camp disini. Pemandangan yang tidak biasa saya temui.

Tranggulasih

Tranggulasih (Photo by Tripodnya Guna)

Hari terakhir, rada telat bangun, jadi agak kejar-kejaran dengan waktu. Meskipun demikian, kami masih bisa dapat menikmati eksotisme alam di destinasi terakhir yaitu Pancuran Tujuh. Beberapa dari kita ada yang istirahat saja sembari menyantap jagung bakar, lainnya memilih untuk merasakan air hangat yang mengalir dengan indahnya.

Menuju Pancuran Tujuh (Photo by Victor)

Pancuran Tujuh

Pancuran Tujuh (Photo by Victor)

Jagung Bakar Jack! (Photo by Guna)

Perjalanan sepanjang ke lokasi terakhir juga tidak kalah bagusnya, hamparan sawah dan pepohonan menjadi teman kami yang selalu ada di sekitar.

(Photo by Guna)

Tiba di penginapan sekitar jam 12, langsung turun ke kota Purwokerto untuk makan siang, beli cinderamata dan cus ke statiun. Bye-bye Puertorico! Nice trip and handling Bos Adit!

David Setyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *