Indonesia Apnea Competition (IDAC) 2019, Kompetisi Freediving PERTAMA

Akhirnya memutuskan untuk turut partisipasi dalam kompetisi freediving yang diselenggarakan dengan baik oleh Apnea Culture di tahun 2019 ini. Sesungguhnya ini adalah tahun ketiga saya terlibat dalam IDAC, 2 tahun lalu mendaftarkan sebagai safety diver, tahun lalu sebagai fotografer dan kini sebagai atlet.

Suasana IDAC 2019 di Kolam Renang Aquatic Senayan (Photo by Otto)

Atlet dadakan tepatnya. lol. Dengan rumus daftar + jalanin aja dulu + latihan tipis-tipis dan semangat untuk mewakili Apnea Freefolks (AFF) turun lah kami di kompetisi tahan nafas ini.

Studio Kece Otto

IDAC 2019, berlangsung seperti biasanya selama tiga hari dengan displin berbeda di tiap harinya.

  1. DNF/DYN (25 meter)
  2. STA
  3. DNF/DYN (50 meter)

DNF adalah displin yang sejujurnya paling saya gemari karena memang di AFF mostly latihan disiplin ini, dikarenakan memang peraturan di kolam Cikini tidak diperkenankan untuk mengenakan long fins.

Unnecessary thing (Photo by Imajiair)

Di IDAC, bukan menjadi hari baik bagi saya karena mendapatkan RED CARD, akibat kesalahan surface protocol pada disiplin ini setelah melewati 75 meter. Tiga tahun terlibat di IDAC, nggak jadi jaminan SOP benar, haha.. Kuncinya memang harus latihan, dan sebaiknya datang briefing H-1 sebelum kompetisi agar supaya dapat diingkatkan kembali mengenai apa-apa saja yang jadi regulasi.

DNF 75 meter yang terlalu negatif (Photo by Imajiair)
Ekspresi waktu dapat RED Card (Photo by Imajiair)

Di hari kedua, STA (Static Apnea) pun belum maksimal karena jauh dibawah Personal Best, hanya sanggup menahan nafas selama 3 menit 43 detik. Namun, Alhamdullilah memperoleh WHITE CARD pertama. Happy enough untuk mengembalikan spirit di Day 3.

Coaching by Bambang (Photo by Kelvinaskav)
Bangkit dari Static Apnea (Photo by Banggawan)

Pada hari terakhir, DYN-BIFINS, berupaya untuk dapat lebih tenang dari hari-hari sebelumnya, meski belum dengan teknik dan bouyancy yang sempurna saya berhenti di 100 meter dapat mendapatkan WHITE CARD kedua.

Meremin dulu biar lebih sans (Photo by Banggawan)
DYN menuju ke 100 meter (Photo by Johan)

Secara keseluruhan, turut partisipasi di kompetisi ini mengasyikan dan atmosfernya juga positif. Karena bukan hanya dituntut untuk mempersiapkan latihan saja, namun dalam hal menjaga apa yang dikonsumsi pun menjadi lebih bijak dan baik. Semoga terus bisa dipertahankan spirit positive ini! Sampai jumpa di kompetisi selanjutnya.

Last result IDAC di posisi 24 gez (Source APC)

David Setyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *